Jantung-jantung Kota yang Tersisihkan Bagian 2

Bahkan, dari 1.178 taman kota yang ada di Jakarta, Yudi hanya merekomendasikan 20 taman yang layak untuk dikunjungi. Fasilitas yang kurang memadai, akses jalan yang sulit ditempuh serta minimnya budaya bertaman di kalangan masyarakat membuat taman-taman kota kini berada di ambang hidup dan mati. Banyaknya Pergeseran Fungsi Tak hanya mengalami mati suri, beberapa nama taman kota di Jakarta telah tercoreng.

Manfaatnya sebagai ruang komunal mulai pudar, beralih menjadi tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan yang bersifat negatif. Prostitusi, premanisme, hingga tempat persinggahan para gelandangan, menjadi fungsi baru sebuah taman kota. “Penerangan yang kurang baik serta akses yang jauh dari sarana transportasi umum, membuat orang malas berkunjung ke taman kota. Budaya bertaman pun mulai dilupakan.

Tak heran bila banyak oknum memanfaatkannya sebagai “markas” bagi kegiatan negatif,” ujar Yudi tegas. Bahkan, fungsi estetis sebuah taman kini kian memudar. Tak jarang, sampah menumpuk begitu saja di antara rerumputan hijau taman kota. Jika dibiarkan, lama kelamaan taman kota pun dapat berubah menjadi lahan kumuh yang terbengkalai. Kebanyakan masyarakat belum bisa mencintai taman, apalagi menghidupkannya.

Sesuaikan dengan Lokasi Fasilitas umum, seperti toilet, pencahayaan, tempat sampah dan bangku, merupakan persyaratan wajib yang seharusnya tersedia di setiap taman kota. Namun, di luar fasilitas-fasilitas umum tersebut, Yudi menegaskan, bahwa kesesuaian lokasi dengan perancangan desain pun sangat berpengaruh dalam menghidupkan sebuah taman kota. “Sebaiknya, sebelum membangun taman kota, telaah dulu karakteristik pengunjung yang akan datang ke lokasi tersebut,” ucap Yudi menjelaskan.

Hal ini dimaksudkan agar fasilitas yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pengunjungnya. Misalnya, bila taman kota tersebut berada di lokasi perumahan keluarga muda, rancangan taman dengan area bermain yang aman pun akan menjadi aplikasi yang tepat. Berbeda halnya, bila taman tersebut berada di area perumahan tua, yang biasa dihuni lansia. Syarat-syarat seperti eksistensi batu re?eksi, railing dan lantai anti-slip pun menjadi harga mati.

Taman kota untuk tempat rekreasi dan tempat atraksi tak lupa perlu adanya sebuah genset. Harga genset yang murah dan berkualitas bisa didapatkan melalui Distributor jual genset 1250 kva di Tangerang.

Jantung-jantung Kota yang Tersisihkan

Taman kota adalah sarana hiburan publik termurah yang tersedia di setiap kota. tak terkecuali Jakarta. sayangnya, belakangan ini taman kota mulai ditinggalkan, kalah pamor dengan ruang komunal modern yang memenuhi setiap sudut ibukota.  “Ambil bolanya, Dek!” suara riang terdengar dari balik pepohonan rindang itu. Tampak seorang anak laki-laki berusia 5 tahun sedang melempar bola kepada adiknya anak perempuan yang terlihat lebih kecil darinya.

Mereka berlarian di antara jalan setapak tersebut sembari tertawa lepas. Sesekali, mereka berhenti untuk mengelap keringat, namun mereka tetap ceria. Rasanya, mereka tak tersentuh udara panas yang menjadi ciri khas kota Jakarta, meskipun saat itu jarum jam sudah menunjuk ke angka 11. Sudah menjelang siang. Tak heran. Kedua kakak-adik tersebut memang sedang bersenda gurau di salah satu “jantung” Jakarta, tempat di mana oksigen mengalir deras sebagai hasil proses fotosintesis dari tumbuhan di sekitarnya.

Lahan terbuka hijau ini biasa disebut dengan taman kota, sebuah taman publik yang biasanya tersebar di seluruh pojokan kota. Ruang terbuka hijau ini tak hanya memiliki fungsi estetis belaka, tetapi juga berguna sebagai ruang komunal bagi masyarakat di kota tersebut. Bahkan, Nirwono Joga, seorang arsitek lansekap sekaligus aktivis komunitas Peta Hijau Jakarta, mengungkapkan bahwa taman kota merupakan sarana hiburan termurah yang dimiliki masyarakat.

“Enggak perlu biaya mahal untuk bisa nongkrong di taman, kan? Enggak seperti di kafe atau mall, kan?” ujar Nirwono Joga, yang biasa dipanggil dengan nama Yudi ini, antusias. Menurut Yudi pula, taman merupakan salah satu ruang komunal yang membumi, sehingga banyak menghasilkan interaksi sosial antar satu pengunjung dan pengunjung lainnya. Namun sayangnya, nasib taman-taman kota di Jakarta seakan terlantar dan tersisihkan. Terkalahkan oleh bangunan pertokoan modern yang menjulang perkasa di tengah kota. Seperti istilah “hidup segan, mati pun tak mau”, ruang-ruang hijau ini seperti sedang mengalami mati suri.

Sebuah taman dapat dijadikan tempat rekreasi dengan adanya pertunjukkan. Dan sebuah pertunjukkan di luar gedung tentunya membutuhkan genset. Harga genset yang murah bisa didapatkan melalui Suplier jual genset 1000 Kva di Bandung.